Definisi dan secara cepat. System informasi yang ada

Definisi Konteks system bukanlah penilaian yang
bebas dari nilai. Pertimbangan sosial dan organisasional bisa berarti bahwa
posisi batas system dapat ditentukan oleh beberapa faktor-faktor non teknik. Sebagai
contoh batas system dapat diletakan sedemikian rupa sehingga seluruh proses
analisis dapat dilakukan pada satu tempat saja, dan juga dipilih sedemikian
rupa sehingga seorang manager dalam suatu perusahaan yang sangat sulit tidak
perlu diminta konsultasinya, bisa juga ditentukan sehingga biaya system
bertambah dan devisi pengembangan system harus diperluas ke perancangan dan
implementasi system. Setelah keputusan dalam batasan system telah ditentukan,
bagian kegiatan analisis adalah definisi dari konteks tersebut dan
ketergantungannya yang dimiliki system dalam lingkungannya sendiri.  

 

Contoh Karakteristik System
Informasi Manajemen Di Rumah Sakit

System
informasi rumah sakit merupakan system komputerisasi yang memproses dan
mengintegrasikan seluruh alur proses bisnis layanan kesehatan membentuk suatu
jaringan koordinasi, pelaporan, dan prosedur administrasi untuk memperoleh
informasi secara akurat dan secara cepat. System informasi yang ada di rumah
sakit umummya mencakup masalah klinik (media), pasien dan informasi informasi
yang berkaitan dengan kegiatan rumah sakit itu sendiri.

a.       Komponen
(component)

1.      Software
(Perangkat Lunak Berupa Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit)

2.      Hardware
(Perangkat keras berupa computer, printer, dll)

3.      Networking
(Jaringan LAN, Wireles dll )

4.      SOP
(Standar Operasional Prosedur)

5.      Komitmen
(Komitmen semua unit atau instalasi yang terkait untuk sama-sama menjalankan
system, karena system tidak dapat berjalan tanpa penginputan)

6.      SDM
(Yang menjadi faktor utama suksesnya sebuah system dimana data di input dan
diproses melaluai tenaga-tenaga SDM tersebut)

b.     
Batasan Sistem

1.      IGD
dan Rekam medik

2.      Poliklinik
(Umum,Gigi,mata, dll)

3.      Kasir

4.      System
Farmasi

5.      Sistem
akuntansi

c.      
Lingkungan Luar Sistem
(Environment)

1.      Mendukung
pengendalian mutu pelayanan medis

2.      Penilaian
produktifitas, analisis, pemanfaatan dan perkiraan kebutuhan

3.      Menyederhanakan
pelayanan, penilaian klinis

4.      Menunjang
fungsi manajemen dan pengambilan keputusan dalam memberikan pelayanan kesehatan
dirumah sakit.

d.     
Penghubung Sistem
(Interface)

1.      Aplikasi/
program komputerisasi

2.      Kesiapan
rumah sakit dalam menerapkan system informasi yang terintegrasi dan berbasis
computer

3.      Penyajian
data yang sudah diintegrasikan menjadi data elektronik yang akan memudahkan
pada proses migrasi data.

4.      Komitmen
yang dilaksanakan secara bersamaan dan menyeluruh sehingga menimbulkan
kekacauan pada data transaksi

5.      Koordinasi
antar unit bagian yang saling mendukung unit masing-masing

6.      Kebijakan
yang tegas

7.      Mengubah
pola kerja yang sudah terbiasa dengan manual ke komputerisasi

8.      Pemahaman
yang sedikit demisedikit bertahap antara SDM yang terkait

e.      
Masukan (Input)

1.      Data
Pasien

f.       
Proses

1.      Bagian
rekap medic yang memasukan data identitas pasien

2.      Bagian
poli klinik (  umum, gigi, anak,mata dll)

3.      Bagian
kasir mengelola biaya administrasi

4.      Bagian
farmasi yang menangani obat pasien

5.      Bagian
akuntansi yang mengolah data transaksi menjadi laporan keuangan

g.      
Keluaran (output)

1.      Hasil
diagnose dokter terhadap penyakit pasien

2.      Informasi
administrasi mengenai biaya pengobatan atau perawatan

3.      Informasi
stok obat dari bagian farmasi

4.      Laporan
keuangan yang diterima dari bagian akuntansi

h.      
Sasaran system
(objective) dan tujuan dari system (goal)

Memproses
data berdasarkan teknologi informasi yang terintegrasi dan di integrasikan
dengan prosedur manual dan prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang
tepat waktu dan efektif dalam mendukung proses pengambilan keputusan manajemen,
sehingga dalam tahapannya akan membuat beberapa SOP yang baru guna menunjang
kelancaran penerapansistem yang tertata dengan rapid an dengan baik.

Tujuannya agar
pelayanan rumah sakit dapat lebih ditingkatkan , agar semua data yang terdapat
didalam rumah sakit tersusun lebih rapih, memudahkan dalam mencari daftar obat
, nama pasien dan semua yang berhubungan dengan rumah sakit , serta peningkatan
terhadap citra pelayanan rumah sakit.